JMNpost.com | BMKG telah mengumumkan berakhirnya anomali iklim La Nina di Indonesia. Pengumuman ini berdasarkan pada hasil monitoring indeks IOD dan ENSO yang menunjukkan kondisi iklim.
Musim kemarau di Indonesia diprediksi akan dimulai secara bertahap pada bulan Maret hingga April 2025. Beberapa wilayah di Indonesia akan terdampak, termasuk wilayah-wilayah yang memiliki curah hujan rendah.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kebakaran hutan dan lahan.
"Kami berharap cuaca akan kondusif," ujarnya.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa musim kemarau tahun ini diprediksi akan normal, tanpa pengaruh kuat dari iklim laut.
"Beberapa wilayah Indonesia masih memiliki potensi mengalami musim kemarau di atas normal," ujarnya.
Post a Comment