JMNpost.com | Aceh Timur, - Sejumlah kepala desa di Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, mengaku resah dengan kehadiran LSM Trinusa yang melakukan pemantauan terhadap penggunaan dana desa. Mereka menilai aktivitas LSM tersebut seakan-akan bertindak layaknya auditor resmi atau penyidik dari Aparat Penegak Hukum (APH).
Sofyan, Kepala Desa/Keuchik Matang Keupula Lhee, mengungkapkan bahwa sejak kehadiran Yusri Mahendra alias Abu Laot Combet, yang mengaku sebagai Ketua LSM Trinusa Aceh, hampir semua kepala desa di Kecamatan Madat merasa tidak nyaman. Mereka merasa bahwa LSM tersebut bertindak di luar wewenangnya.
"Kami merasa tidak nyaman karena mereka seolah-olah punya wewenang resmi untuk mengaudit. Padahal, setahu kami, pengawasan dana desa sudah ada jalurnya, yaitu dari Inspektorat, BPK, dan aparat penegak hukum," ujarnya.
Keresahan ini juga disampaikan oleh kepala desa lainnya yang mempertanyakan legalitas dan tujuan sebenarnya dari LSM tersebut. Mereka khawatir kehadiran Trinusa justru menimbulkan kegaduhan dan meresahkan perangkat desa yang sudah bekerja sesuai prosedur.
"Kami tidak menolak transparansi, tetapi kalau ada yang mengaku sebagai pemantau lalu bertindak seolah-olah auditor dan berlagak penyidik tentu ini sangat mengganggu. Kalau memang ada dugaan penyimpangan, kan ada mekanismenya," tambah seorang kepala desa lainnya.
Sejumlah kepala desa berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat memberikan klarifikasi terkait wewenang LSM dalam melakukan pengawasan dana desa, agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat memperkeruh situasi di lapangan.
Sementara itu, Yusri Mahendra alias Abu Laot Combet, Ketua DPW Aceh Trinusa, membantah bahwa informasi tentang kehadiran LSM Trinusa yang menimbulkan kegaduhan di Kecamatan Madat adalah tidak benar. Ia menuding bahwa kepala desa di Kecamatan Madat ingin menjatuhkan nama baik LSM Trinusa karena menyoroti tentang korupsi dana desa.
" Ini adalah ingin menjatuhkan nama baik Lsm saya karna korupsi keuchik di Kecamatan Madat lengkap data sama saya," kata Abu Laot.
Abu Laot juga mengancam akan membuka bukti sogokan uang dari kepala desa Pante Bayam yang mencoba menyogoknya. "Pada awalnya saya menolak, ada bukti sogokan video dan foto, maka saya orang nya diam, tapi kalau sudah di ganggu akan saya paparkan rekaman sogokan saya," pungkas Abu Laot.
Post a Comment