JMNpost.com | Mandalay, Myanmar – Sebuah gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah Sagaing, Myanmar, pada Jumat, 28 Maret 2025, sekitar pukul 12:50 waktu setempat. Pusat gempa terletak sekitar 17 km sebelah barat Mandalay dan terasa hingga ke negara tetangga Thailand dan wilayah barat daya China. 29 Maret 2025, 14:30 WIB
Sementara Myanmar, gempa ini menewaskan lebih dari
1.600 orang, sementara 130 orang lainnya dilaporkan hilang. Selain itu, lebih
dari 3.400 orang terluka akibat runtuhnya bangunan dan infrastruktur. Di antara
korban yang terperangkap adalah lebih dari 600 biksu yang sedang mengikuti
ujian di Kuil U Hla Thein di Mandalay. Hingga kini, 80 biksu dipastikan tewas
dalam peristiwa tersebut.
Selain itu, lebih dari 30 masjid hancur,
menyebabkan ratusan jemaah tertimbun di bawah reruntuhan saat melaksanakan
salat Jumat.
“Ini adalah bencana besar bagi negara kami. Banyak
keluarga yang kehilangan anggota mereka. Kami sedang berusaha sekuat mungkin
untuk mencari korban yang masih terperangkap,” ujar Win Myint, seorang pejabat
setempat di Mandalay.
Gempa juga merusak sejumlah bangunan di Thailand,
terutama di ibu kota Bangkok. Sebuah gedung bertingkat yang sedang dalam tahap
pembangunan runtuh, mengakibatkan setidaknya 10 orang tewas dan 16 lainnya terluka.
Sebanyak 101 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Pemerintah Myanmar dan Thailand telah mengerahkan
tim penyelamat untuk mencari korban yang terjebak di bawah reruntuhan. Proses
evakuasi terkendala oleh kerusakan infrastruktur, termasuk jalan dan jembatan
yang hancur, serta gangguan komunikasi.
PBB telah mengalokasikan dana bantuan sebesar $5
juta untuk mendukung operasi kemanusiaan. Negara-negara seperti Malaysia,
Rusia, China, dan Hong Kong juga telah mengirimkan tim penyelamat dan tenaga
medis untuk membantu menangani krisis ini.
Gempa kali ini menjadi yang terparah di Myanmar
dalam beberapa dekade terakhir. Sebelumnya, negara ini pernah dilanda gempa
pada tahun 2016 dengan kekuatan 6,8 magnitudo, yang merusak sejumlah pagoda di
Bagan dan menewaskan satu orang.
Hingga berita ini diturunkan, upaya penyelamatan
masih berlangsung di Myanmar dan Thailand. Kerusakan yang ditimbulkan sangat
besar, dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal. Pemerintah dan berbagai
organisasi internasional terus bekerja keras untuk memberikan bantuan kepada
korban yang terdampak. Pembaruan lebih lanjut akan disampaikan sesuai dengan
perkembangan di lapangan.
Post a Comment